Pages

Jumat, 09 Maret 2012

HARD SKILL DAN PERANANNYA

          Tulisan kali ini akan memiliki keterkaitan pada tulisan sebelumnya yang mengambil tema seputar pentingnya mengasah soft skill pada diri seseorang Pada posting kali ini akan lebih menyinggung masalah hard skill yang seharusnya mempunyai takaran yang seimbang dengan soft skill seseorang. Dunia kerja merupakan dunia yang sebenarnya. Para mahasiswa yang sebentar lagi akan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi tersebut, tentunya sudah tahu bagaimana mereka (Mahasiswa) harus mematangkan diri mereka masing-masing. Persaingan yang ketat akan terjadi, sehingga rivalitas mungkin terjadi. Cara untuk mematangkan diri Mahasiswa tersebut adalah dengan mengasah dua kemampuan, yaitu hard skill dan soft skill. Pada tulisan yang sebelumnya sudah dijelaskan secara jelas tentang bagaimana pentingnya soft skill pada diri seseorang, khususnya Mahasiswa/wisudawan. Pada tulisan kali ini, akan lebih membahas mengenai sejauh mana kesiapan hard skill seorang wisudawan saat akan memasuki dunia kerja, dan apakah hard skill yang di dapat seseorang dari sekolah dulu hingga saat akhir kuliah sudah siap dipraktekkan untuk menempuh dunia yang sebenarnya ?


          Hard skill adalah kemampuan yang biasa dipelajari di sekolah atau universitas yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan intelektual yang berhubungan dengan subyek yang dipelajari. Jadi, hard skill merupakan penguasaan ilmu pengetahuan. Misalkan, seorang Mahasiswa belajar di teknologi informatika dengan harapan ke depannya dapat menguasai segala materi dan dapat mempraktekkan hasil belajarnya tersebut untuk menjadi programmer. berbeda dengan soft skill yang merupakan sesuatu yang tak dapat di ukur dan bersifat tak kasat mata, hard skill bersifat terukur dan bisa dipelajari. Hard skill bisa diukur dengan melakukan tes yang ada hubungannya dengan bidang yang dipelajari, sehingga hard skill dapat dikatakan bersifat kasat mata atau nyata. Jika kita bertujuan untuk bekerja di sebuah instansi, dimana instansi tersebut membutuhkan seorang yang mempunyai keahlian di bidang tertentu, maka hard skill inilah yang harus kita asah. Mungkin banyak yang berpikir seperti ini: “dalam dunia kerja yang dibutuhkan hanya koneksi saja, nilai tidak terlalu penting”, ini merupakan pemikiran yang tidak sepenuhnya benar. Mengapa bisa dikatakan “tidak sepenuhnya benar” ? karena, untuk merekrut karyawan baru pada sebuah instansi, yang dijadikan prioritas utama adalah melihat nilai akdemisi seorang calon karyawan baru tersebut. Pertama-tama, instansi akan melihat seberapa mumpuni hard skill calon karyawan baru tersebut. Setelah itu, baru akan dilihat bagaimana kemampuan soft skill nya. Tentunya, dengan hard skill yang tinggi kita mungkin tidak akan menemui kesulitan saat test pertama tersebut. Mengasah hard skill tidak mudah dan juga tidak terlalu sulit. Jika kita memiliki kemauan untuk terus mencoba, belajar, memahami, dan bangkit dari kegagalan (karena pada setiap pembelajaran, pasti suatu saat kita akan merasakan kegagalan), maka hard skill dapat terpoles sedikit demi sedikit. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, waktu yang paling baik untuk mengasah kemampuan ini adalah sewaktu menempuh pendidikan, mulai dari sekolah hingga kuliah.


          Jadi, asahlah hard skill sedini mungkin saat kita masih mengenyam pendidikan. Pelajari, pahami, dan implementasikan. Memang, saat dunia kerja yang akan sangat mengandalkan soft skill. Bahkan presentase hard skill hanya 20 % dalam penentu kesuksesan dalam dunia kerja, dan selebihnya yang lebih memegang peranan adalah soft skill. Tetapi, dari semua itu ternyata masih ada kesalahan nalar bagi orang-orang umum yang mengatakan “lebih penting soft skill daripada hard skill”. Sebenarnya, jika kita ingin memperoleh kesuksesan, maka tanamkan pada diri sendiri bahwa hard skill dan soft skill harus berjalan bersama-sama dengan diri kita dan sama pentingnya. Tanamkan dalam pikiran bahwa kedua kemampuan tersebut harus seimbang kita miliki, dengan kata lain 50% hard skill dan 50% soft skill. Bisa dikatakan, hard skill berkenaan dengan keilmuan dan soft skill merupakan instrumen atau atribut yang bisa memaksimalkan potensi-potensi. Jadi, kedua kemampuan ini akan saling melakukan hubungan simbiosis mutualisme, dimana masing-masing kemampuan akan mempengaruhi kemampuan yang lainnya, kemudian akan saling menguntungkan dan pada akhirnya kita yang akan merasakan kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar