Pages

Minggu, 06 Maret 2011

TUGAS 3 : TEORI ORGANISASI UMUM 2

1) Pengertian produsen

2) Fungsi-fungsi produksi

3) Macam-macam biaya

4) Penerimaan / keuntungan :

· Total

· Marginal

· Rata-rata


JAWABAN


1) Sebuah produk dihasilkan oleh seseorang yang disebut produsen. Contohnya seperti sebuah gerabah (yang merupakan produk) dihasilkan oleh seorang pengrajin gerabah yang bisa disebut sebagai produsen. Produsen adalah orang/badan yang berfungsi sebagai pihak yang menyediakan/menghasilkan barang/jasa.

2) Seiring dengan semakin banyaknya penduduk dan majunya peradaban, demikian pula dengan kebutuhan, cara hidup, dan teknologi, ditambah dengan terjadinya globalisasi ekonomi mendorong kegiatan produksi ditujukkan untuk memenuhi pasar internasional sehingga dituntut untuk menciptakan barang yang berkualitas agar mampu bersaing. Dengan memproduksi barang/jasa akan terbuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan. Pendapatan yang meningkat mendorong pertumbuhan ekonomi yang akhirnya dapat meningkatkan kemakmuran. Oleh karena itu, ada beberapa fungsi produksi, yakni :

· Memperbanyak jumlah barang/jasa

· Menghasilkan barang/jasa yang berkualitas tinggi

· Memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman

· Mengganti barang yang rusak atau habis

· Memenuhi pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga

· Memenuhi pasar internasional

· Mendapatkan keuntungan

· Meningkatkan kemakmuran

Beberapa hal yang saya paparkan diatas tadi, memang merupakan beberapa fungsi dari produksi, tetapi yang disebut dengan fungsi produksi yang sebenarnya adalah hubungan fungsional yang terdapat antara input (merupakan sebab) dan output (merupakan akibat). Hubungan antara input dan output dapat digambarkan seperti ini :


3) Menurut Mulyadi (2005:14), terdapat berbagai macam biaya dalam satu perusahaan :

· Biaya produksi -> merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.

· Biaya pemasaran -> merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk.

· Biaya administrasi dan umum -> merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.

4) Untuk memperoleh keuntungan, produsen selalu membandingkan biaya produksi dengan penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan outputnya. Untuk mengetahui perilaku produsen dalam memperoleh penerimaan, ada beberapa konsep penerimaan yang penting untuk keperluan analisis, yakni :

· Penerimaan Total (Total Revenue, TR) -> merupakan penerimaan total produsen yang diperoleh dari hasil penjualan outputnya, dan diperoleh dengan memperhitungkan output dikalikan harga jualnya. Dalam rumus dituliskan seperti berikut ;


· Penerimaan Rata-Rata (Average Revenue, AR) -> merupakan penerimaan produsen per unit dari output yang dijualnya. Dalam rumus dituliskan seperti berikut ;

· Penerimaan Marginal (Marginal Revenue, MR) -> merupakan kenaikan dari total penerimaan yang disebabkan oleh tambahan penjualan satu unit output. Dalam rumus dituliskan seperti berikut ;

Sabtu, 05 Maret 2011

TUGAS 2 : TEORI ORGANISASI UMUM 2

1. Pengertian perilaku konsumen

2. Pendekatan cardinal & ordinal

3. Definisi elastisitas

4. Macam-macam elastisitas

JAWABAN

1. Di dalam ilmu ekonomi, perilaku konsumen adalah suatu bagian yang dipelajari. Banyak konsumen yang sangat loyal terhadap suatu, misalnya obat sakit kepala merk tertentu sehingga kalau tidak tersedia obat itu saat mereka membutuhkan. Mereka akan mencarinya sampai diketemukan. Ada juga konsumen yang tidak loyal pada merek tertentu. Asal fungsinya sama, mereka akan menggunakannya. Tujuan utama dari seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu produk adalah untuk memaksimalkan kepuasan total, yakni suatu keadaan yang mencerminkan kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen dapat terpenuhi melalui produk yang dikonsumsi. Dengan demikian, bila seorang konsumen loyal terhadap suatu produk tertentu ia telah mempunyai persepsi dan ekspetasi terhadap produk tersebut. Konsumen biasanya menginginkan produk yang memiliki karakteristik lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Karakteristik lebih murah berkaitan dengan biaya produksi suatu produk. Artinya, jika produsen bisa menghasilkan produk yang lebih murah konsumen akan lebih tertarik karena factor harga merupakan pertimbangan paling penting bagi konsumen dalam melakukan pembelian.

Besar kecilnya konsumsi yang dilakukan oleh konsumen (perilaku konsumen) tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut :

· Selera

· Tingkat pendapatan

· Kebiasaan dan sikap hidup

· Lingkungan tempat tinggal

· Alat distribusi

2. Akibat adanya kendala keterbatasan di satu sisi dan adanya keinginan untuk mengkonsumsi barang dan jasa sebanyak-banyaknya agar diperoleh kepuasan yang maksimal di sisi lainnya, maka timbullah perilaku konsumen. Ada beberapa pendekatan yang sering digunakan untuk menjelaskan terbentuknya fungsi permintaan konsumen, contohnya seperti pendekatan cardinal dan pendekatan ordinal. Berikut akan diuraikan penjelasan dari dua pendekatan ini.

· Pendekatan Cardinal -> menurut pendekatan ini, daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung subyek yang menilai. Asumsi dari pendekatan ini adalah :

a) Konsumen rasional (konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya).

b) Diminishing marginal utility (tambahan utilitas yang diperoleh konsumen makin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari komunitas tersebut).

c) Pendapatan konsumen tetap

d) Uang memiliki nilai subyektif yang tetap

e) Total utility adalah additive (daya guna sekumpulan barang adalah fungsi kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi) dan independent (daya guna barang X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4……Xn dan sebaliknya).

· Pendekatan Ordinal -> menurut pendekatan ini, daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diproleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Asumsi dari pendekatan ini adalah :

a) Konsumen rasional.

b) Konsumen memiliki pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna.

c) Konsumen memiliki sejumlah uang tertentu.

d) Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum

e) Konsumen konsisten, artinya jika barang A lebih disukai daripada barang B, dan tidak berlaku kondisi sebaliknya.

f) Berlaku hukum transitif, artinya jika barang A lebih disukai dari barang B, dan barang B lebih disukai dari barang C, maka barang A lebih disukai dari barang C.

3. Menurut M. Suparmoko dan Maria R. Suparmoko elastisitas menunjukkan tanggapan dari variabel tidak bebas karena adanya perubahan dalam variabel bebas tertentu. Besarnya koefisien elastisitas ini ditunjukkan oleh perbandingan antara persentase perubahan dalam vaiabel tidak bebas dan persentase perubahan variabel bebas yang mempengaruhinya.

4. Dalam hal permintaan atau penawaran akan suatu barang/jasa terdapat tiga macam elastisitas, yaitu :

· elastisitas permintaan/penawaran karena perubahan harga

· elastisitas karena perubahan pendapatan,

· elastisitas karena perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang/jasa yang dibicarakan.

Senin, 28 Februari 2011

TUGAS 1 : TEORI ORGANISASI UMUM 2

1. Definisi ekonomi & masalah pokok

2. Sistem perekonomian

3. Pengertian permintaan & penawaran, serta hukum permintaan & penawaran

4. Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran

5. Metode penentuan harga

Jawab

1. Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana suatu masyarakat tertentu memecahkan masalah ekonomi. Yang menjadi masalah pokok dalam ekonomi, yaitu muncul ketika kelangkaan akan factor produksi digunakan untuk berbagai macam tujuan, dan seandainya factor produksi tidak mengalami kelangkaan, mungkin masalah ekonomi tersebut tidak akan muncul.

2. Sistem perekonomian adalah suatu perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa (what), bagaimana (how), dan untuk siapa (for whom) barang diproduksi. Efektif atau tidaknya jawaban-jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada system ekonomi yang dipilih. Pada dasarnya, hanya ada dua bentuk sistem ekonomi, yakni sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. Akan tetapi, pada realitanya tidak ada satu Negara pun yang melaksanakan dua sistem tersebut secara murni.

Untuk pemahaman lebih jelas, akan saya paparkan bentuk sistem ekonomi yang eksis sampai sekarang.

· Sistem Ekonomi Tradisional : suatu sistem ekonomi yang dalam pelaksanaannya (mengacu pada 3 kata Tanya : apa, bagaimana, dan untuk siapa) menggunakan adat atau tradisi turun temurun.

· Sistem Ekonomi Komando : suatu sistem ekonomi dengan perencanaan terpusat, dan biasanya pemerintah sangat dominan karena diwujudkan dengan satu komando, baik produksi maupun konsumsi.

· Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalis/liberal) : suatu sistem ekonomi yang menyerahkan semua jawaban permasalahan ekonomi kepada pasar (antonim dengan sistem ekonomi komando yang dikendalikan oleh pemerintah). Dalam sistem ini, sistem harga, pasar, dan laba sangat menentukan jawaban terhadap pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa.

· Sistem Ekonomi Campuran : suatu sistem yang mengambil sebagian unsur-unsur pasar, tradisional, dan komando, karena dilandasakan oleh kesadaran saling ketergantungan antarnegara dan adanya pengaruh ekonomi global.

3. Permintaan adalah suatu kondisi yang menunjukkan jumlah produk (baik barang maupun jasa) yang diinginkan dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga selama jangka waktu tertentu dan hal lain dianggap konstan (tidak berubah). Hukum permintaan menjelaskan hubungan antara perubahan harga terhadap perubahan barang yang diminta, dan menyatakan bahwa antara harga dan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik. Artinya : “bila harga naik akan menyebabkan jumlah barang yang diminta akan turun, dan sebaliknya bila harga turun akan menyebabkan jumlah barang yang diminta naik, dengan sayrat ceteris paribus”.

Sedangkan penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (produsen) pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu (per hari, per minggu, per bulan, per tahun). Hukum permintaan menyatakan hubungan antara harga barang/jasa dengan jumlah yang ditawarkan positif. Artinya : “bila harga naik, maka jumlah yang ditawarkan juga naik, sebaliknya bila harga turun maka jumlah yang ditawarkan juga mengalami penurunan”.

4. Faktor yang mempengaruhi permintaan :

· Pendapatan konsumen

· Harga barang yang berkaitan

· Selera

· Intensitas kebutuhan

· Harapan di masa yang akan datang (ekspetasi)

Sedangkan faktor yang mempengaruhi penawaran adalah :

· Harga

· Harga input (faktor produksi)

· Teknologi

· Ekspetasi produsen

· Jumlah perusahaan dalam industri

· Pajak dan subsidi

5. Metode penentuan/penetapan harga dikelompokkan menjadi empat kategori utama, yaitu :

a) Metode Penentuan/Penetapan Harga Berbasis Permintaan

Suatu metode yang menekankan pada faktor-faktor yang mempengaruhi selera dan preferensi pelanggan daripada faktor-faktor seperti biaya, laba, dan persaingan. Paling sedikit terdapat tujuh metode penetapan harga yang termasuk dalam metode penetapan harga berbasis permintaan, yaitu :

· Skimming Pricing -> menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya

· Penetration Pricing-> menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen.

· Prestige Pricing -> menetapkan harga yang tinggi demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan specialty

· Price Lining -> memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini produk yang beda

· Odd-Even Pricing -> menentukan harga yang berakhir pada angka tertentu. Sebagai contoh, produk yang dijual dibawah harga $50 seringkali berakhir pada angka 5 atau 9 seperti $49 atau $24,95. Beberapa pemasar menggunakan odd-even pricing karena mereka berfikir bahwa reaksi konsumen terhadap harga ini lebih baik.

· Demand-Backward Pricing -> menentukan harga akhir yang dapat diterima oleh pelanggan dan bekerja dibelakang untuk menentukan apa yang dapat dibebankan oleh perusahaan terhadap pelanggan

· Bundle Pricing -> menentukan satu harga untuk satu set produk

b) Metode Penentuan/Penetapan Harga Berbasis Biaya

Dalam metode ini faktor penentu harga yang utama adalah aspek penawaran atau biaya bukan aspek permintaan. Harga ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga dapat menutupi biaya-biaya langsung, biaya overhead, dan laba. Metode penetapan harga berbasis biaya terdiri dari :

· Standard Markup Pricing -> menentukan harga dengan persentase

· Cost Plus Percentage of Cost Pricing -> menentukan biaya produksi dengan persentase

· Cost Plus Fixed Fee Pricing -> pergantian biaya yang dikeluarkan

· Experience Curve Pricing. Penurunan biaya

c) Metode Penentuan/Penetapan Harga Berbasis Laba

Metode ini berusaha menyeimbangkan pendapatan dan biaya dalam mpenetapan harganya. Upaya ini dapat dilakukan atas dasar target volumelaba spesifik atau dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap penjualan atau investasi. Metode penetapan harga berbasis laba ini terdiri dari :

· Target Profit Pricing -> target laba tahunan

· Target Return On Sales Pricing -> penetapan harga untuk laba

· Target Return On Investment Pricing ->target keuntungan laba dan investasi

d) Metode Penentuan/Penetapan Harga Berbasis Persaingan

Selain berdasarkan pada pertimbangan biaya, permintaan, atau laba, harga juga dapat ditetapkan atas dasar persaingan, yaitu apa yang dilakukan pesaing. Metode penetapan harga berbasis persaingan terdiri dari :

· Customary Pricing -> berdasarkan factor keadaan/lingkungan

· Above, At, or Below Market Pricing -> Penetapan harga lebih tinggi dari pasar

· Loss Leader Pricing ->. menentukan harga yang sangat rendah untuk menjaring konsumen ke toko retail

· Sealed Bid Pricing -> menawarkan harga spesifik bagi setiap jenis pekerjaan daripada menentukan harga yang berlaku bagi seluruh konsumen