Pages

Jumat, 09 Maret 2012

HARD SKILL DAN PERANANNYA

          Tulisan kali ini akan memiliki keterkaitan pada tulisan sebelumnya yang mengambil tema seputar pentingnya mengasah soft skill pada diri seseorang Pada posting kali ini akan lebih menyinggung masalah hard skill yang seharusnya mempunyai takaran yang seimbang dengan soft skill seseorang. Dunia kerja merupakan dunia yang sebenarnya. Para mahasiswa yang sebentar lagi akan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi tersebut, tentunya sudah tahu bagaimana mereka (Mahasiswa) harus mematangkan diri mereka masing-masing. Persaingan yang ketat akan terjadi, sehingga rivalitas mungkin terjadi. Cara untuk mematangkan diri Mahasiswa tersebut adalah dengan mengasah dua kemampuan, yaitu hard skill dan soft skill. Pada tulisan yang sebelumnya sudah dijelaskan secara jelas tentang bagaimana pentingnya soft skill pada diri seseorang, khususnya Mahasiswa/wisudawan. Pada tulisan kali ini, akan lebih membahas mengenai sejauh mana kesiapan hard skill seorang wisudawan saat akan memasuki dunia kerja, dan apakah hard skill yang di dapat seseorang dari sekolah dulu hingga saat akhir kuliah sudah siap dipraktekkan untuk menempuh dunia yang sebenarnya ?

Rabu, 07 Maret 2012

PENTINGNYA MENGASAH SOFT SKILL

          Jika kita berbicara mengenai soft skill, khususnya untuk kalangan mahasiswa, soft skill merupakan suatu kemampuan yang harus di asah untuk kepentingan personal masing-masing mahasiswa. Mengapa keterampilan soft skill Mahasiswa harus di asah ? karena jenjang selanjutnya adalah dunia kerja. Ya, setelah para Mahasiswa lulus, maka mereka akan memasuki dunia baru, dimana dalam dunia yang baru tersebut tidak hanya dibutuhkan kemampuan akademik dan teori yang tinggi, tapi yang lebih penting lagi adalah kemampuan bersosialisasi dengan sesama pada lingkungan kerja tersebut, dan kemampuan personal yang mumpuni. Jika dalam dunia kerja kemampuan bersosialisasi kita kurang, maka kita akan susah untuk masuk ke dalam lingkaran tersebut, karena sebenarnya yang kita perlukan adalah koneksi, koneksi, dan koneksi. Semakin banyak koneksi yang kita jalin, maka jalan kesuksesan dalam dunia kerja tersebut akan terbuka lebar. Ada baiknya kita ketahui apa sebenarnya makna dibalik soft skill tersebut, dan mengapa soft skill  adalah hal yang paling dibutuhkan ? akan kita bahas secara jelas.

Senin, 05 Maret 2012

SEPAK TERJANG MOBIL KIAT ESEMKA, KARYA ANAK BANGSA

          Jika kita berbicara mengenai kendaraan, itu sudah merupakan kebutuhan bagi seluruh masyarakat untuk mempermudah dalam meningkatkan waktu efisiensi dalam bekerja, khususnya sebagai sarana transportasi utama (dalam hal ini, merupakan kendaraan pribadi). Bagi beberapa masyarakat (mungkin mayoritas), kendaraan sudah mutlak menjadi sebuah kebutuhan tertier yang harus dimiliki. Yang paling banyak digunakan, khususnya untuk masyarakat yang sudah berkeluarga, mereka pasti memilih mobil sebagai pilihan utama, dikarenakan mobil dapat menampung satu keluarga, juga dikarenakan mobil merupakan kendaraan yang nyaman untuk berpergian (karena kendaraan yang tertutup dan aman dari lingkungan luar). Banyak sekali jenis mobil yang terdapat atau dijual di Indonesia. Namun, mayoritas jenis/merk mobil yang dijual di Indonesia ini adalah merk mobil dari luar negeri. Mayoritas mobil yang dijual atau bahkan dipakai oleh masyarakat berasal dari perusahaan mobil di Jepang, Korea, Malaysia, dan lain-lain. Hanya sedikit mobil yang merupakan hasil karya negeri sendiri, contohnya seperti mobil Timor yang dulu sangat terkenal sebagai mobil hasil buatan negeri kita sendiri. Meskipun menggunakan prototype dari mobil buatan luar negeri, tapi keberhasilan dan ketenaran penjualan mobil Timor di negeri kita sendiri sudah merupakan sesuatu yang patut di acungi jempol. Mengingat dulu hanya mobil Timor inilah yang namanya paling tersohor sampai keluar sebagai mobil karya negeri Indonesia ini. Namun, ketenaran dan keperkasaan mobil Timor mulai berangsur mengerucut, dikarenakan peristiwa “krismon” atau krisis moneter tahun 1998. Meskipun sampai sekarang “nama” mobil Timor tersebut masih tetap ada (masih ada yang memakai mobil ini), tetapi ketenarannya sudah tidak setangguh dulu lagi. Sebenarnya, sebelum proyek mobil Timor ini dibuat, salah satu anak bangsa kita yaitu Bapak BJ Habibie, juga pernah membuat dan mengarsiteki prototype mobil buatan negeri sendiri, proyek itu bernama Maleo. Proyek Maleo tersebut mencanangkan teknologi baru pada masa itu, yaitu gabungan dari mesin 2 tak dan teknologi injeksi bahan bakar. Hebatnya lagi, proyek ini akan menggunakan 80% komponen lokal, dalam artian mayoritas “rasa” mobil ini akan memakai “cita rasa lokal”. Jika saja proyek ini jadi untuk diteruskan, dipercaya kedepannya mobil Maleo ini akan mempunyai prospek yang bagus dan membanggakan sekali tentunya sebagai hasil karya anak bangsa Indonesia. Sayangnya, proyek Maleo ini terhenti dikarenakan dana yang akan dipakai untuk merealisasikan proyek ini tersedot oleh proyek mobil nasional Timor. 

Minggu, 04 Maret 2012

TUGAS 3: BAHASA INDONESIA 2 (KESALAHAN PENALARAN)

KESALAHAN DALAM PENALARAN

Tugas softskill yang ketiga ini mengenai kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam penalaran. Kesalahan dalam penalaran atau biasa disebut kesesatan (fallacy) merupakan suatu kesalahan yang terjadi dalam aktivitas berpikir karena adanya penyalahgunaan bahasa (secara verbal) atau relevansi (secara materi). Dapat dikatakan, kesalahan penalaran adalah argument yang sepertinya tampak benar, tapi setelah dibuktikan dengan pemeriksaan, ternyata tidak benar. Dalam kenyataan, baik dalam kehidupan akademis maupun pergaulan sehari-hari, sering sekali terjadi penalaran yang tidak tepat. Terdapat dua jenis istilah untuk kesalahan/kesesatan penalaran ini, yaitu paralogis dan sofisme. Paralogis merupakan kesesatan yang tidak disadari (tidak disengaja), dan biasanya terjadi karena pembicara kurang menguasai hukum-hukum penalaran atau karena keterbatasan lain. Sebaliknya pada sofisme, kesesatan tersebut dilakukan secara sengaja untuk suatu maksud tertentu, dan biasanya memiliki dasar-dasar logika dan argumentasi yang kuat. Oleh sebab itu lah seorang sofis (sebutan untuk pelaku sofisme) bisa menjebak lawan bicara dengan mudah. 

Seperti yang sudah dikatakan tadi,  kesesatan dapat terjadi karena bahasa dan relevansi antar premis dan konklusi. Berikut penjelasan mengenai kedua jenis kesalahan/kesesatan penalaran ini:

  • Kesesatan karena bahasa

Disebabkan karena ambiguitas kata (biasanya homonim), atau bisa juga karena sebuah kalimat yang berpeluang untuk menghasilkan tafsiran yang berbeda-beda. Memiliki beberapa bentuk, yakni:


- Kesesatan karena term ekuovik: jika kata yang digunakan memiliki arti lebih dari satu, sehingga dapat memiliki perbedaan penafsiran.
- Kesesatan amfiboli: jika memiliki struktur kalimat yang dibuat sedemikian sehingga dapat memiliki tafsiran yang ganda.
- Kesesatan komposisi: jika terjadi pencampuradukkan term yang bersifat kolektif dan distributif.
- Kesesatan dalam pembagian: jika terjadi anggapan bahwa apa yang benar bagi keseluruhan, berlaku juga bagi individu.
- Kesesatan aksentuasi: jika disebabkan oleh aksen bicara, karena aksen bicara juga dapat menyebabkan perbedaan penafsiran.

  • Kesesatan karena relevansi

Terjadi jika antar premis tidak punya hubungan logika dengan kesimpulan. Misalnya, bukti, peristiwa atau alasan yang diajukan tidak berhubungan atau tidak menunjang konklusi. Jadi, perlu berhati-hati, ketika sebuah argumen bergantung pada premis yang tidak relevan dengan konklusi, maka tidak mungkin dibangun kebenarannya. Terdapat beberapa jenis kesesatan relevansi yang umum dikenal, berikut penjelasannya:


- Argumentum ad hominem: terjadi jika kita berusaha agar orang lain menerima atau menolak suatu usulan, tidak berdasarkan alasan penalaran, akan tetapi karena alasan yang berhubungan dengan kepentingan si pembuat usul.
- Argumentum ad verecundiam: terjadi karena orang yang mengemukakannya adalah orang yang berwibawa dan dapat dipercaya, jadi bukan terjadi karena penalaran logis.
- Argumentum ad baculum (menampilkan kekuasaan): terjadi apabila orang menolak atau menerima suatu argumen bukan atas dasar penalaran logis, melainkan karena ancaman atau terror (bisa juga karena faktor kekuatan/kekuasaan).
- Argumentum ad populum (menampilkan emosi): artinya ialah ditujukan untuk massa/rakyat. Pembuktian secara logis tidak diperlukan, dan mengutamakan prinsip menggugah perasaan massa sehingga emosinya terbakar dan akhirnya akan menerima sesuatu konklusi tertentu. Contoh sederhananya seperti demonstrasi dan propaganda.
- Argumentum ad misericordian (menampilkan rasa kasihan): disebabkan karena adanya rasa belas kasihan. Maksudnya, penalaran ini ditunjukkan untuk menimbulkan belas kasihan sehingga pernyataan dapat diterima, dan biasanya berhubungan dengan usaha agar suatu perbuatan dimaafkan.
- Post hoc propter hoc: terjadi karena orang menganggap sesuatu sebagai sebab, padahal bukan. Pada suatu urutan peristiwa, orang menunjukkan apa yang terjadi lebih dahulu adalah penyebab peristiwa yang terjadi sesudahnya, padahal bukan.
- Petitio principii: berarti mengajukan pertanyaan dengan mengamsusikan kebenaran dari apa yang berusaha untuk dibuktikan, dalam upaya untuk membuktikannya. Dikenal dengan pernyataan berupa pengulangan prinsip dengan prinsip 
- Argumentum ad ignorantiam (argumen dari keridaktahuan): kesalahan terjadi ketika berargumen bahwa proposisi adalah benar hanya atas dasar bahwa belum terbukti salah, atau bahwa itu adalah salah karena belum terbukti benar.
- Ignorantia elenchi: terjadi karena tidak adanya hubungan logis antara premis dan konklusi.

SUMBER:

Sabtu, 03 Maret 2012

TUGAS 2: BAHASA INDONESIA 2 (METODE PENALARAN)

METODE PADA PENALARAN

Tugas softskill yang kedua ini mengenai metode-metode yang terdapat pada penalaran, yaitu metode induksi dan metode deduksi. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kedua metode ini.

  • Metode induksi
Secara umum, merupakan suatu metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal yang khusus ke hal yang lebih umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti, yakni fenomena individual dimana data atau pernyataan yang bersifat faktual menuju ke proposisi. Dapat dikatakan bahwa kesimpulan lebih luas dari proposisi  (pernyataan). Contoh sederhana untuk metode ini:

Logam 1 memuai kalau dipanaskan (premis mayor)
Logam 2 memuai kalau dipanaskan (premis minor)
Maka semua logam memuai kalau dipanaskan (konklusi)
 
Terdapat 4 proses dalam metode penalaran secara induksi ini, yaitu:
  1. Generalisasi: proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tersebut (mengumpulkan fakta-fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum).
  2. Hipotesa dan teori: hipotesa merupakan semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta lebih lanjut, sedangkan teori merupakan azas yang umum atau abstrak yang diterima secara ilmiah dan sekurang-kurangnya dapat dipercaya untuk menerangkan fenomena yang ada.
  3. Analogi induktif: pola yang berisi mengenai perbandingan hal yang sama. Secara detail, merupakan proses penalaran yang bertolak dari suatu peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain.Bertujuan untuk dapat meramalkan kesamaan, menyingkapkan kekeliruan dan menyusun sebuah klasifikasi.
  4. Hubungan kausal: memiliki 3 pola, yaitu sebab ke akibat yang berlangsung dari peristiwa yang dianggap sebab menuju kesimpulan sebagai efek, akibat ke sebab yakni pola yang memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat dan peristiwa tersebut akan dianalisa untuk dicari penyebabnya, akibat ke akibat yang bertolak dari akibat ke akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat tersebut.
 
  •  Metode deduksi
Secara umum, merupakan metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Pada metode ini, berlaku teori koherensi yaitu pernyataan yang disimpulkan itu dianggap benar, bila pernyataan tersebut secara koheren logis atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Contoh lazim ditampilkan dalam bentuk silogisme. Silogisme tersusun dari dua pernyataan yang mendukung, yaitu yang pertama disebut sebagai premis mayor, dan yang kedua disebut premis minor, sedangkan pernyataan ketiga merupakan pengetahuan berupa kesimpulan khusus yang ditarik melalui penalaran deduktif dari kedua pernyataan sebelumnya. Dapat dikatakan, pada penalaran ini konklusi lebih sempit daripada premis. Contoh sederhana dari metode deduksi ini:

Semua manusia akan mati (premis mayor)
Tetsu adalah manusia (premis minor)
Jadi: Tetsu akan mati (konklusi)
 
Terdapat corak berpikir deduksi yang lain, yaitu entimem  yang merupakan sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan dalam sebuah entimem, penghilangan bagian dari argumen karena diasumsikan dalam penggunaan yang lebih luas. Merupakan silogisme yang muncul hanya dengan dua proposisi. Kemudian, terdapat juga corak berpikir deduksi bernama rantai deduksi. Rantai deduksi adalah penalaran yang deduktif dapat lebih informal dari entimem. Jadi, tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula berupa merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk yang informal.

SUMBER:
 
 

Jumat, 02 Maret 2012

TUGAS 1: BAHASA INDONESIA 2 (DEFINISI PENALARAN)

DEFINISI PENALARAN

Tugas softskill yang pertama ini mengenai definisi penalaran. Terdapat beberapa pengertian tentang penalaran ini, yakni definisi penalaran secara umum, berdasarkan kamus lengkap bahasa Indonesia dan pengertian menurut beberapa ahli. Berikut adalah beberapa definisi penalaran menurut berbagai sumber.

  • Definisi penalaran secara umum
Secara sederhana penalaran dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya. Contoh sederhana dari penalaran:

makhluk hidup 1 membutuhkan udara untuk dapat hidup
makhluk hidup 2 membutuhkan udara untuk dapat hidup
makhluk hidup 3 membutuhkan udara untuk dapat hidup

Kesimpulan yang dapat diambil: semua makhluk hidup membutuhkan udara untuk dapat hidup.

Berdasarkan contoh di atas, dapat dikatakan bahwa penalaran adalah gerak pikiran dari proposisi 1 dan proposisi seterusnya (jika pada contoh di atas, maka terdapat 3 proposisi), sampai proposisi terakhir (kesimpulan). Jadi, penalaran merupakan suatu proses pikiran, yaitu proses berpikir yang bertolak dari pengamatan yang empirik (pengamatan yang diperoleh melalui setiap pengalaman) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian, dan didapat berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar,  kemudian orang akan menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya belum diketahui.

  • Definisi penalaran berdasarkan kamus lengkap bahasa Indonesia 
- Pertimbangan akal budi manusia, cara pemecahan masalah persoalan.
- Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran; kepercayaan takhayul, serta yang tidak logis haruslah dikikis habis.
- Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
- Proses mental dalam mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.

  • Definisi penalaran menurut beberapa ahli
- Menurut Shurter dan Pierce, istilah penalaran sebagai reasoning yang didefinisikan sebagai proses pencapaian kesimpulan logis berdasarkan fakta dan sumber yang relevan (Dahlan, 2004).
- Menurut Keraf (dalam Shadiq, 2004) penalaran adalah proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta-fakta menuju suatu kesimpulan.


SUMBER:

Minggu, 27 November 2011

TUGAS 3: BAHASA INDONESIA 1

Tugas softskill yang ketiga ini mengenai membuat resensi dari sebuah artikel. Berikut adalah hasil resensi dari sebuah artikel, berjudul "Tradisi Betawi Alami Kemunduran" yang di ambil dari sebuah surat kabar, bersama dengan lampiran artikel asli tersebut.

1. Data publikasi

a. Judul : Tradisi Betawi Alami Kemunduran

b. Penulis : Djulianto Susianto

c. Penerbit : Surat kabar harian WARTA KOTA

d. Tanggal : 16 November 2011

e. No.halaman : 3

f. Tema : Kebudayaan


2. Sinopsis

Seni tradisi Betawi pernah memiliki tempat terhormat di kalangan masyarakat. Banyak sekali kesenian Betawi ini yang populer di masyarakat Jakarta, seperti gambang kromong dan tanjidor, ondel-ondel, lenong dan masih banyak lagi. Tapi, seiring perkembangan zaman, beberapa kesenian Betawi tersebut sudah terpinggirkan karena banyak masyarakat yang tak lagi menanggapnya dan terdesak oleh kesenian modern. Dulu, kesenian Betawi tersebut hidup karena dicukongi orang-orang non pribumi (Tionghoa) dan di kalangan pinggiran, kesenian Betawi ini ditopangi oleh orang pribumi yang berprofesi sebagai petani, pedagang, dan lain-lain. Kesenian ini bahkan juga pernah muncul di stasiun TV pada tahun 1970-an dengan membawa kesenian lenong sebagai acara utamanya.

Lambat laun kesenian Betawi ini mulai ditinggalkan. Banyak alasan yang menjadi penyebab mundurnya kesenian Betawi ini. Seperti dulu sempat ada pelarangan perayaan kesenian Betawi pada tahun 1950-an, kemudian pesatnya perkembangan Jakarta (hingga saat ini) yang menyebabkan para cukong Tionghoa pindah haluan, sementara di kalangan pinggiran (masyarakat asli) sudah banyak yang acuh untuk meneruskan kesenian Betawi ini. Jika seperti ini, apakah ke depannya kesenian Betawi ini akan benar-benar punah dan hanya menjadi sejarah.


3. Keunggulan

Artikel “Tradisi Betawi Alami Kemunduran” mengangkat tema dan isi yang sangat menarik, mengingat tradisi Betawi yang memang sudah sangat mengalami kemunduran dewasa ini. Penulis juga menyebutkan beberapa kesenian Betawi yang dahulu sangat populer di kalangan masyarakat, sehingga kita dapat mengetahui beberapa kesenian Betawi tersebut. Kemudian, penulis juga memaparkan bagaimana zaman-zaman keemasan kesenian Betawi ini sewaktu masih sangat populer dan menjadi hiburan rakyat nomor satu. Dengan membaca artikel ini, kita dapat mengetahui bagaimana kehidupan kesenian Betawi pada waktu kesenian ini menjadi hiburan yang pernah menempati tempat terhormat di kalangan masyarakat, hingga mengalami kemunduran pada masa-masa sekarang ini, dan menginformasikan bahwa kesenian Betawi ini merupakan kesenian asli warga Jakarta khususnya masyarakat asli Betawi itu sendiri.


4. Kelemahan

Pada pendeskripsian mengenai beberapa kebudayaan Betawi tersebut, penulis kurang menjelaskannya secara detil, sehingga kita tidak mengetahui semua kesenian tersebut. Penulis juga kurang mendeskripsikan bagaimana kehidupan masyarakat Betawi asli sewaktu zaman-zaman keemasan kesenian Betawi ini, sehingga kita hanya mengetahui sedikit informasi mengenai kehidupan masyarakat Betawi asli (pribumi), dikarenakan penulis lebih menitikberatkan pada kehidupan masyarakat Tionghoa yang dulu mencukongi tradisi Betawi ini, sehingga informasi mengenai masyarakat aslinya sangat kurang.


5. Pendapat Akhir

Artikel “Tradisi Betawi Alami Kemunduran” ini sangat perlu diangkat menjadi topik yang pantas untuk diperbincangkan. Mengingat kesenian ini merupakan warisan asli dari masyarakat Betawi asli yang pernah tinggal di Jakarta. Jika kita ingat, kesenian ini sangat populer pada zaman sebelum kemerdekaan, tahun 1970-an, 1980-an, bahkan tahun 1990-an. Ketika itu, terdapat stasiun TV yang menyiarkan salah satu kesenian dari kesenian Betawi ini, yaitu acara lenong. Bahkan, pada tahun 1990-an terdapat acara Lenong Rumpi yang memakai pakem-pakem dari kesenian lenong, meskipun dikemas dalam format yang berbeda (format acara TV) dari format lenong yang sebenarnya. Kesenian Betawi, yang dulu pernah menjadi hiburan nomor wahid di kalangan masyarakat Jakarta, dan menjadi sarana untuk menjalin hubungan kekerabatan antar warga, sekarang sudah termakan oleh zaman. Seni dari Barat menjadikan kesenian ini semakin terdesak dan semakin dilupakan dikarenakan masyarakat yang cepat bosan dengan pertunjukan yang berlarut-larut.

Mungkin, jika ditanyakan kepada kalangan anak muda Jakarta zaman sekarang: coba sebutkan beberapa kesenian Betawi? Pasti hanya sedikit yang masih benar-benar mengetahui kesenian-kesenian tersebut, atau mereka malah menjawab “tidak tahu”. Beberapa anak-anak muda zaman sekarang mungkin lebih memilih hiburan modern/kesenian modern seperti modern dance, break dance, dan lain sebagainya, jika dibandingkan kesenian tradisional seperti ondel-ondel dan tari cokek. Perlu adanya kerjasama antar masyarakat asli Betawi dan semua lembaga-lembaga yang bernaung di bawah Lembaga Kebudayaan Betawi, agar kesenian Betawi ini dapat dilestarikan dan bahkan dihidupkan lagi di zaman sekarang ini agar masyarakat lebih mengetahui mengenai kesenian asli warga Jakarta ini, dan juga agar benar-benar tidak punah dan dilupakan begitu saja. Semoga saja masih ada penerus-penerus yang akan menghidupkan kembali kesenian Betawi ini, warisan asli warga Betawi (Jakarta).


6. Lampiran